Where I Belong

Where I Belong

  • WpView
    Reads 416
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 26, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Mafia
Small town
Hujan selalu turun di malam-malam terburuk dalam hidupku. Malam ketika aku harus kehilangan nama dan ingatanku. Malam ketika aku harus memilih antara bertahan atau berlari. Malam ketika seseorang berdiri di depanku dan menolongku tanpa aku minta. Aku tidak mengenalnya saat itu. Aku juga tidak tahu bahwa dia akan menjadi satu-satunya alasan aku berhenti berlari. Aku hanya tahu ada api di belakangku, dan jalan gelap di depan. Dan aku tetap memilih untuk berlari bersamanya. Aku tidak pernah menyangka bahwa akan ada ribuan langkah setelah malam itu, aku akan berdiri di bawah hujan yang berbeda- menatap sebuah rumah dengan lampu hangat menyala, dan menyadari bahwa mungkin... aku tidak lagi harus melarikan diri. Tapi sebelum aku sampai di sana, ada banyak yang harus hilang. Ada banyak yang harus terbakar. Dan ada satu orang yang harus memilih untuk tetap tinggal. Namaku Bella. Dan ini adalah kisah tentang bagaimana aku hampir kehilangan segalanya- sebelum akhirnya menemukan tempat di mana aku seharusnya berada. Start : End :
All Rights Reserved
#39
random
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mas Bupati
  • Círculo del Destino
  • Night Calls
  • Under The Authority Of Senopati
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • A Matchmaker's Quest [END]
  • Clause of Us
  • Nala dan Mas Juragan
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • DOMINEX | The Crime Lock

[WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA!] "Aku mau kita sendiri-sendiri dulu, dua tahun ini." Devinka Calista menatap wajah rupawan di hadapan nya yang terlanjur tenang. "Kamu sudah memikirkan nya?" Atharya Bagaspati tidak mengalihkan wajah nya dari paras cantik milik sang istri. "Ya, ini yang terbaik." "Baik, kamu bebas menjalani hidup dua tahun ke depan." Tatapan dingin nya menghujam manik Devinka. "Terima kasih." Sampai berjumpa dua tahun lagi, Mas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines