Bitween teasing or love | hyuckren

Bitween teasing or love | hyuckren

  • WpView
    Reads 281
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2026
Haechan sebenarnya tidak terlalu memperhatikan awalnya. Dia hanya duduk sambil menunggu sesi berikutnya dimulai. Sampai matanya tanpa sengaja tertuju pada salah satu orang di kelompok itu. Seorang cowok dengan rambut yang sedikit berantakan karena panas. Dia ikut melakukan push-up bersama anggota kelompoknya. Tapi ekspresinya... tidak terlihat panik. Tidak terlihat kesal juga. Dia terlihat tenang. Aneh. Biasanya orang yang dihukum di depan ratusan mahasiswa baru akan terlihat malu atau panik. Tapi yang satu ini tidak. Haechan tanpa sadar memperhatikan lebih lama. Setelah hukuman selesai, kelompok tujuh berdiri lagi. Panitia menyuruh mereka menjelaskan kesalahan mereka. Beberapa mahasiswa di kelompok itu mencoba menjawab, tapi terdengar gugup. Lalu cowok yang tadi akhirnya bicara. Suaranya tidak keras. Tapi cukup jelas untuk terdengar sampai barisan tengah. "Kami salah koordinasi waktu bagi tugas." Beberapa orang di lapangan sedikit terdiam. Ia melanjutkan dengan nada yang tetap tenang. "Kami kira bagian itu sudah dikerjakan kelompok lain. Jadi tugas itu tidak ada yang mengerjakan." Jawabannya sederhana.
All Rights Reserved
#631
hyuckren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

More details
WpActionLinkContent Guidelines