Di Olympus, Hardian Ancala adalah hukum. Satu kata darinya cukup untuk menghentikan napas seseorang. Namun di Kedai Tentrem Tresno, semua kuasanya seolah tidak berlaku. Di hadapan Ying Zheng-seorang kasir yang tidak bisa melihat namun mampu membaca setiap retakan di hatinya-Hardian merasa telanjang. Dia sudah memberi peringatan: "Jangan cari tahu lebih dalam. Rasa ingin tahu bisa membunuh kucing." Tapi di kedai ini, ancaman itu terdengar seperti lelucon, seolah mereka sudah tahu semuanya dan tertawa mengejeknya. Ada sesuatu yang tidak sinkron antara aroma sup ayam yang hangat dengan tatapan pegawai kedai yang terlalu tajam untuk sekadar pelayan biasa. Ada rahasia yang terkunci rapat di balik tawa mereka yang renyah. Semakin Hardian menggali, semakin dia merasa seperti kucing yang menawarkan lehernya secara terbuka. Titik kecil di pasar kumuh ini tidak masuk akal. Bukan hanya dagangannya yang laris, tapi setiap pegawainya seolah punya daya pikat gelap yang membuat hati tertambat tanpa ampun. Hardian-sang pemangsa dari Olympus-kini justru tak berdaya, terjebak dalam jerat yang bahkan tidak bisa ia lihat. Apakah ini hanya kebetulan, atau kedai ini memang didesain untuk membuat orang-orang seperti mereka bertekuk lutut? karakter adalah milik penulis aslinya saya hanya meminjam, warning ooc.
More details