Alkisah di suatu musim dingin, hiduplah empat anak yang sebenarnya bukan anak-anak. Mereka memiliki nomor, bukan nama. Jarum suntik, bukan mainan. Organisasi memberi mereka musim dingin, dan mereka belajar cara hidup di dalamnya.
Kini mereka mengenakan seragam dan senyum palsu di sebuah sekolah yang dibangun di atas rahasia.
Mereka mempelajari alkimia di antara kelas matematika. Mereka membisikkan bahasa Latin saat absensi bermula. Mereka saling melindungi dengan taring dan dusta, saling merapat melawan dunia yang menginginkan mereka membeku.
Kisah-kisah lama mengatakan penyihir bersembunyi di antara kita. Mereka benar. Empat dari mereka baru saja melangkah masuk ke kelas, menukar misi dengan tugas sekolah, dan belati dengan senyuman.
Namun sekolah ini memiliki monsternya sendiri. Simbol-simbol ditemukan di tempat kosong. Burung gagak mengawasi dari menara yang seharusnya tidak ada. Dan sesuatu di koridor sekolah mengingat nama asli mereka.
Tidak ada pahlawan dalam kisah ini. Tidak ada pangeran. Tidak ada kecupan.
Hanya seorang saudara yang berdarah, seorang saudara yang terbakar, seorang saudara yang berdusta, dan seorang saudara yang menangis. Mereka tidak dilahirkan bersama. Namun mereka akan mati bersama, sebelum mereka membiarkan Organisasi merebut mereka kembali.
Ini bukan dongeng pengantar tidur, anak kecil. Tidak ada akhir yang bahagia. Hanya sebuah janji: Mereka akan bebas, atau mereka akan menjadi bukan apa-apa.
Mendekatlah, jika kau berani. Namun jangan berharap untuk pergi tanpa berubah. Tidak ada yang bisa. Mereka menyuruh kami untuk baur dan menyatu. Kami melakukannya. Kini, seluruh sekolah bersimbah darah.
📌 Cerita hanyalah karangan fiksi
All Rights Reserved