Pablo Escobar Sang predator Waria

Pablo Escobar Sang predator Waria

  • WpView
    LECTURAS 230
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 11, 2026
Di tengah puncak kejayaannya sebagai penguasa kartel Medellin, Pablo Escobar membangun La Catedral bukan sekadar sebagai penjara pelindung, melainkan sebagai laboratorium dekadensi moral yang mengerikan. Bosan dengan segala kemewahan duniawi, sang Patron beralih pada obsesi gelap untuk menaklukkan kodrat manusia. Ia menginstruksikan anak buahnya untuk menculik pria-pria dengan fitur wajah rupawan dan raga yang ramping untuk dijadikan koleksi pribadi. Di bawah pengawasan Dokter Ricardo yang sosiopat, sebuah proyek rahasia dimulai untuk menciptakan "porselen hidup"—serangkaian pria yang diubah secara paksa menjadi wanita-wanita binal yang akan menghuni harem pribadinya. Tragedi ini menghantam Riki, seorang pengantin baru asal Indonesia yang sedang menikmati bulan madu di Kolombia. Setelah menyaksikan kematian istrinya secara sadis, Riki diseret ke dalam perut bumi La Catedral untuk menjalani transformasi jahanam. Proses tersebut dimulai dengan penghancuran mental yang sistematis, di mana Riki dipaksa mengenakan pakaian dalam wanita di bawah todongan senjata. Raga kuning langsatnya kemudian menjadi subjek pembedahan medis yang ekstrem; mulai dari penyetruman saraf untuk mematikan kejantanan secara permanen hingga operasi feminisasi wajah yang merombak rahang dan bibirnya menjadi sosok wanita Asia yang cantik namun binal. Penderitaan Riki mencapai puncaknya saat ia dipaksa menjalani pemasangan implan payudara ukuran besar yang membusung kencang di dadanya yang kini halus tanpa bulu. Sebagai tanda perbudakan yang paling sadis, Ricardo melakukan tindik lonceng perak pada sisa kejantanan Riki yang sudah mati fungsi. Setiap gerakan Riki kini diiringi oleh dentingan lonceng kehinaan, sebuah pengingat fisik bahwa ia telah lumat seutuhnya. Ia tidak lagi dipanggil Riki; ia telah lahir kembali sebagai Rika, selir kuning langsat yang fisiknya kini 95% menyerupai perempuan sempurna, namun jiwanya hancur berkeping-keping.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon (Pending)
  • Male lead Antagonist
  • I Am In Novel?!!
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • Murid Sialan
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido