We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Jika Semesta Mengizinkan Kita

Jika Semesta Mengizinkan Kita

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Friends to Lovers
Highschool
suatu hari ada seseorang gadis yang sedang termenung di kamarnya dia memandangi layar hp nya dengan pandangan kosong dan berkaca-kaca,layar hp itu menampilkan isi chatan yang tidak di sangka oleh nya atau yang tidak ingin dia tau, takdir yang **sakit** untuk di ketahui olehnya *" kamu tu brengsek...tau gak sih.kamu deketin aku tapi suka sama temen aku,kamu tu mainin perasaan aku tau gak?.."*batin nya,layar handphonenya sekarang di penuhi oleh butir butiran air mata yang semakin malam semakin deras setelah menerima cerita yang seperti itu, tiba-tiba masalah lain menghantam nya, laki-laki itu rupanya sedang suka dengan wanita lain lagi, bahkan mereka jalan berdua dan lain-lain nya,bukanya apa ya tapi kenapa dirinya yang harus terus kalah dari perempuan lain?? apakah dirinya kurang cantik atau memang tidak pantas untuk dicintai. maaf jika ada kesalahan kata atau tidak nyambung dalam cerita nya ya!ini murni ide saya:3 start:12 Maret 2026 end:-
All Rights Reserved
#697
hts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • ONESHOOT 21+
  • Clause of Us
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Círculo del Destino
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Silent Traces by the Sea [Usai/Hiatus]
  • DOMINEX | The Crime Lock

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines