CAFE BINTANG DAN KENANGAN

CAFE BINTANG DAN KENANGAN

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2026
Jika suatu hari kita di pertemukan kembali oleh Tuhan, entah itu oleh Tuhan-mu atau Tuhan-ku, aku hanya ingin mengulang satu hal yaitu "Mencintai mu" dari awal. _Niskala Nisha Anasera **** Lima Tahun berlalu, setelah kepergian Bara dari bumi, benar-benar membuat Niskala patah. Butuh waktu yang lama untuknya kembali pulih dari luka kehilangan yang bahkan ia tidak tahu apa obatnya. Setiap hari, di Cafe Bintang, Niskala selalu menghabiskan waktu disana, jika dulu ia takut untuk menginjakkan kakinya disana, tetapi sekarang tidak. Ia justru senang berada disana, karena di Cafe Bintang lah tempat yang ia bisa merasakan kehadiran Bara, meski itu hanya perasaan nya saja. Cafe Bintang Dan Kenangan, Niskala menyukai itu, ia senang mengingat bagaimana kenangan nya bersama Bara di dalam Cafe Bintang Ini. Saat mengingat kenangannya bersama Bara di dalam Cafe Bintang itu, membuat Niskala bertemu dengan sosok yang memberinya sebuah tisu kala ia menangis teringat akan kenangan itu. siapakah dia? jangan lupa baca dan follow akun ini dan akun sosmed aku ya, love u all💗
All Rights Reserved
#39
niskala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • BYE:") -MINGYU✖EUNHA✓ [Complate]
  • Catatan Tarbiyah Ku ✔
  • Official Sama Crush
  • ALGARIMA ✔️
  • GORESAN NESTAPA [LENGKAP - TERBIT] ✔
  • Pawang Hantu Om Aktor

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines