Small Hands

Small Hands

  • WpView
    Reads 1,908
  • WpVote
    Votes 397
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2026
Rumah itu tidak pernah benar-benar kosong karena di balik dinding yang sunyi, tersimpan sesuatu yang belum pernah pergi. Dyasa dan Pharisya mulai menyadari kejanggalan, dimulai dari bekas tangan kecil di dinding, langkah kaki di lorong sepi, hingga dua anak yang terus memanggil mereka, seolah-olah mereka adalah orang yang telah lama ditunggu. "Akhirnya Mama pulang juga!" "Bunda... jangan pergi lagi." Mereka tidak pernah merasa memiliki anak. Namun, kedua anak itu... seolah-olah mengingat mereka dan menganggap mereka sebagai ibunya sendiri.
All Rights Reserved
#6
babymonster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 7 Anomali di Sekolah Farmasi
  • SHE FEELS LIKE HOME / S2
  • Will we meet again? ; Rain & Caitlyn
  • How to be MINE?? (Phasa)
  • lightly sketched of us || PhaMi
  • BUKAN ISTRI ORANG - RORITA/RIRO
  • Tiri Tapi Mesra [Phasa]
  • BIG BABY
  • MB Family

Ahyeon, Asa, Ruka, Pharita, Rami, Rora, dan Chiquita tidak langsung akrab di hari pertama sekolah. Mereka datang dari kota yang berbeda, membawa kebiasaan masing-masing, ego masing-masing, dan cara bertahan hidup yang tak pernah sama. Mereka duduk di kelas yang sama, berjalan di lorong yang sama, dan mengerjakan praktikum yang sama, tapi pada awalnya, mereka hanyalah tujuh orang asing yang kebetulan berada di tempat yang sama. Persahabatan mereka tidak lahir dari bangku kelas. Tidak juga dari kantin atau laboratorium. Persahabatan itu tumbuh dari satu tempat yang sempit, ramai, berisik, dan penuh drama. Sebuah kos bernama Baemon House. Di sanalah mereka mulai berbagi ruang, berbagi cerita, berbagi tawa, dan berbagi capek. Di sanalah mereka belajar hidup tanpa orang tua, menghadapi tugas yang menumpuk, uang saku yang selalu terasa kurang, serta tekanan sekolah farmasi yang tidak pernah benar-benar memberi jeda. Dari situlah tujuh anomali ini perlahan membentuk dunianya sendiri. Lalu, bagaimana sebenarnya mereka bisa tinggal satu atap? Siapa yang pertama kali datang ke Baemon House? Dan kenapa kos itu akhirnya jadi markas resmi para anomali? Semua jawabannya dimulai dari satu keputusan nekat dan satu pintu kos yang terbuka di sore hari yang panas. Dan dari sanalah, cerita mereka benar-benar dimulai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines