The Bitter Aftertaste

The Bitter Aftertaste

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 16, 2026
"Tiga tahun, Aruna. Beri aku waktu tiga tahun utnuk menyiapkan segalanya, sampai aku benar-benar siap memintamu pada orang tuamu." Sebagai staff Research & Development (R&D) di sebuah industro cokelat, Aruna terbiasa dengan rumus presisi. Ia tahu persis berapa derajat suhu untuk menghasilkan produk yang baik, dan berapa persen kadar kakao untuk menutupi rasa khas tempe pada minuman fungsional terbarunya. Namun, Aruna gagal mengukur kadar kejujuran suara lembut milik Keenan Arsyanendra, supervisornya sendiri. Bagi Aruna, keenan adalah cokelat yang manis, memiliki aroma kayu cendana di tengah pengapnya laboratorium, pemberi semangat disela-sela tekanan Pak Adrian. Semua terasa sempurna. Setidaknya, dari Senin hingga Jumat. Aruna terlalu sibuk menikmati rasa manis yang diberikan Keenan, sampai ia lupa mempertanyakan satu variabel penting: Mengapa dunia Keenan selalu terkunci rapat setiap hari Sabtu dan Minggu?
All Rights Reserved
#227
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • The King & The Doctor
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • Given || Ju Jihoon
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Second
  • I Want to Live [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines