Tujuh tahun sudah usia pernikahan mereka, dua anak dimiliki sebagai bentuk cinta, bahkan kalau Tuhan mengizinkan, akan ada yang ketiga. Kata orang, tahun ke tujuh dalam pernikahan adalah fase terberat, fase paling krusial. Kesalahpahaman sering terjadi, rasa bosan kian menyinggahi. Begitu pun Andri dan Mia menyetujui. Mereka kira hadirnya buah hati sudah cukup untuk dijadikan alasan bertahan dalam sebuah pernikahan, pun dengan rasa cinta yang terbentuk sebagai pondasi paling kokoh untuk hidup bersama. Tapi ternyata, tujuh tahun membangun mahligai rumah tangga, membuat semuanya tak lagi sama, rasa cinta telah berubah. Apalagi setelah musibah itu merenggut calon anak ketiga mereka, Andri tak pernah lagi menemui senyum di wajah istrinya. Ia kira hanya sementara, namun malah semakin menyiksa. Mungkin Amiya lelah, hingga perceraian pun ia minta.
Más detalles