Jangan Dekat Aku, Arka

Jangan Dekat Aku, Arka

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 12, 2026
Arka adalah jenis cowok yang seharusnya aku hindari sejak awal-dingin, menyebalkan, suka memancing emosi, dan selalu muncul di saat hidupku sedang kacau. Kami seperti api dan bensin. Setiap bertemu, yang ada cuma pertengkaran, sindiran, dan tatapan yang terlalu lama untuk disebut benci biasa. Masalahnya, semakin aku mencoba menjauh, semakin Arka masuk ke hidupku seperti hujan yang datang tanpa izin-mengacaukan segalanya, lalu membuatku merindukan kekacauan itu saat dia pergi. Tapi Arka bukan satu-satunya masalahku. Kai datang di waktu yang salah dengan sikap yang jauh lebih mudah disukai. Saat semua orang bilang aku harus memilih seseorang yang aman, hatiku justru berlari ke orang yang paling berbahaya. Aku tahu Arka bisa menghancurkanku. Masalahnya... aku juga tahu, kalau bukan dia, aku tidak akan memilih siapa pun. Musuh jadi cinta. Toxic, berantakan, dan terlalu dalam untuk dihentikan.
All Rights Reserved
#777
enemy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines