The Unfathomable

The Unfathomable

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Berdiri sebuah toko barang antik di salah satu munisipalitas di Italia selama berdekade lamanya, pintunya dicat dengan kode yang sama: Eerie Black, setiap satu tahun sekali karena warnanya luntur ketika memasuki musim salju. Restoran-restoran milik warga lokal, selain menguarkan bau olahan salami yang bukan main sedapnya, juga menciptakan kebisingan selama nyaris 24 jam. Turis berdatangan, pagi menikmati sarapan yang umami, malam berkeliaran dengan Grappa Nardini di genggaman. Toko barang antik itu tetap berdiri tidak terganggu, meski pangsa pasarnya tidak bisa dipungkiri jauh lebih spesifik. Namun, cerita ini bukanlah tentang omong kosong sosial, melainkan tentang seorang gadis berambut gelap yang tergopoh berlari seusai membuat bubur gandum rasberi di dapur. Telinganya langsung naik saat suara bel berdengking nyaring tanda pintu toko dibuka. Sepasang muda-mudi yang tampak bersahaja berdiri di depan etalase kaca yang meskipun usang bersifat anti peluru. Gadis berambut gelap itu tersenyum ramah, antusias menyambut pembeli pertama pagi ini. Namun karena terlalu antusias mungkin, telapak tangannya yang masih beristirahat pada pintu kaca pemisah ruang keluarga dan toko, bergeser dengan gerakan yang tidak hati-hati. Darah segar segera mengalir dari gurat kasar kulitnya, gadis itu mengaduh tertahan. Namun seperti tersadar akan sesuatu, sekejap kemudian sudah tersenyum lagi dan buru-buru menghampiri sepasang pembeli yang tidak terlalu memperhatikannya. Satu detik, dua detik, tidak ada satu tetespun darah yang mengenai lantai berbahan MDF wood, bahkan bekas darah hanya sampai ke pergelangan tangan, itupun sudah kering dan memudar. Saat gadis itu membuka telapak tangan untuk menyambut ramah, bahkan satu incipun luka terbuka tiba-tiba tidak kasat mata : hanya tangan kapalan dan gurat-gurat kasar. Gadis itu bernama Dan, dan ini adalah cerita tentangnya. Karena seumur hidup, ia tidak pernah terluka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Murid Sialan
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • I Am In Novel?!!
  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • Male lead Antagonist

The Butterfly's Mask: If You Know My Name "Demi kewarasan Ayah, aku membunuh diriku sendiri. Tiga tahun lalu, kecelakaan itu merenggut nyawa kakak perempuanku, Tiona Lee. Namun, bagi dunia dan ayahku yang hancur, akulah Tiona. Aku memakai gaunnya, memakai suaranya, dan memakai topeng kecantikannya setiap hari. Kini, di gerbang universitas, aku adalah 'Gadis Es' yang paling dipuja sekaligus misterius. Namun, ada satu pasang mata yang terus mengintai di balik kerumunan. Jung Jaehyun, sang playboy kampus yang terbiasa mendapatkan segalanya, kini terobsesi untuk mengoyak topengku. Dia ingin mencintaiku, tanpa tahu bahwa di balik lipstik dan rambut panjang ini, ada seorang pria yang menyembunyikan rahasia paling berbahaya. Jika kau tahu namaku yang sebenarnya... apakah kau masih akan menatapku dengan cara yang sama?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines