ORINE
  • WpView
    Reads 8,230
  • WpVote
    Votes 1,916
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 21 hours ago
Erin Arshinta mantan mahasiswi Kedokteran yang putus kuliah, ditinggalkan Manuel saat hamil lima bulan. Tanpa pilihan, ia menumpang di rumah keluarga Manuel. Di sana, ia harus menghadapi Olin Daniswara yang merupakan adik Manuel. Di tengah kemarahan keluarga terhadap Manuel, Olin dan Erin terjebak dalam kecanggungan yang perlahan berubah menjadi keterikatan emosional yang rumit dan melanggar batas di bawah satu atap. 🔞⚠️ DISCLAIMER ⚠️🔞 Cerita ini merupakan karya fiksi. Seluruh nama tokoh, tempat, kejadian, dan alur yang terdapat di dalam cerita ini adalah hasil imajinasi penulis. Apabila terdapat kesamaan nama, karakter, atau peristiwa dengan kehidupan nyata, hal tersebut semata-mata adalah kebetulan dan tidak disengaja. Cerita ini mengandung konten 21+ yang meliputi unsur emosional kompleks, konflik dewasa, serta hubungan yang tidak pantas untuk ditiru dalam kehidupan nyata. Pembaca diharapkan memiliki kebijaksanaan dalam memahami isi cerita. Segala tindakan, keputusan, dan hubungan antar tokoh dalam cerita ini tidak dimaksudkan untuk dijadikan contoh atau ditiru. Penulis tidak bertanggung jawab atas interpretasi maupun tindakan yang dilakukan pembaca setelah membaca cerita ini. Harap membaca dengan bijak.
All Rights Reserved
#1
indah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Space Between Us - A,O.
  •  About Us S2 [END]
  • Romance In Highschool || 2'Ine
  • ORINE ; Grow Together
  • Rich Millioneire
  • Mi Amor
  • Reise [ORINE]
  • Aku Centil Dia Dingin
  • ORINE: Love
  • you! [Orine]

Jarak ini selalu kupikir sebagai hukuman. Padahal mungkin ia hanya kesalahpahaman yang dibiarkan tumbuh terlalu lama. Aku bersalah karena memilih terlihat kuat daripada berkata bahwa aku membutuhkanmu. Lalu ada dia. Gadis kecil dengan mata yang seindah matamu, dengan caramu memandang dunia, dengan segala kemiripan yang kamu tinggalkan. Dia membuatku percaya bahwa tidak semua yang ditinggalkan benar-benar hilang. Jika suatu hari kita berdiri di titik yang sama lagi, aku tidak ingin bertanya siapa yang paling terluka. Aku hanya ingin tahu apakah kita akhirnya cukup berani untuk tidak saling salah paham lagi. - Oline Immanuel Chay Vacth

More details
WpActionLinkContent Guidelines