Next Room, Same Secret

Next Room, Same Secret

  • WpView
    Reads 5,247
  • WpVote
    Votes 732
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2026
Ada hal-hal yang hanya terjadi di lorong kost. Tatapan yang terlalu lama, pintu yang sengaja dibiarkan terbuka, dan percakapan yang terputus sebelum sempat jujur. Di antara kamar-kamar yang bersebelahan, beberapa hubungan tumbuh tanpa nama. Terlalu dekat untuk disebut biasa, terlalu diam untuk disebut berani. Ada yang memilih dingin agar tak terbaca, ada yang tertawa terlalu lepas agar tak ketahuan. Cinta-cinta kecil bersembunyi di balik alasan yang aman. Teman, adik, kebetulan. Sementara kecemburuan berjalan pelan, mengikuti langkah kaki di lorong sempit dan suara pintu yang tertutup perlahan. Kost itu menyimpan banyak rahasia.
All Rights Reserved
#26
woomen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EKSKALASI
  • Define the Relationship
  • Kembang Desa
  • R É G A L I S [REVISI]
  • Almost Married (On Going)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines