THE ALPHA QUEEN (REVISI)
Tiga tahun lamanya Park Sunghoon percaya bahwa dunia ini berputar demi kebahagiaannya. Sebagai Alpha yang memimpin Pack Kopi Susu-sebuah kelompok kecil di pinggiran yang tenang-ia merasa hidupnya sudah lebih dari cukup. Terlebih, ia memiliki Evan Lee. Sang Raja Enigma dari Pack Abyss yang selalu memeluknya hangat dan membisikkan kata cinta setiap malam.
Sunghoon mengira ia adalah Alpha paling beruntung. Sampai sore itu tiba.
Berniat memberikan kejutan karena pulang lebih awal dari urusan wilayah, Sunghoon melangkah seringan kapas menuju kamar utama mereka. Senyum tipis terukir di bibirnya saat tangannya menyentuh knop pintu. Namun, begitu pintu kayu itu terbuka, dunianya runtuh seketika.
Bau feromon yang pekat dan asing langsung menusuk indra penciumannya. Di atas ranjang yang biasa ia tiduri, Evan tidak sendiri. Pria itu sedang mendekap erat tubuh lain. Tubuh ramping milik Sim Jake-seorang Omega yang merupakan adik angkat Sunghoon sendiri. Sosok yang selama ini dirawat dan disayanginya seperti darah daging sendiri.
"E-Evan...?" Suara Sunghoon tercekat di tenggorokan, bergetar hebat.
Sepasang netra yang menatapnya balik tidak menunjukkan rasa bersalah sama sekali. Pengkhianatan itu begitu telanjang, begitu nyata, hingga dada Sunghoon terasa dihantam gada besi.
Tanpa sepatah kata lain, Sunghoon berbalik dan berlari. Ia mengabaikan panggilan di belakangnya. Ia berlari keluar dari kastel, keluar dari wilayah Pack Abyss, menembus badai hujan yang tiba-tiba mengguyur bumi seolah ikut menangisi kebodohannya.
Feromon kopi susu milik Sunghoon menguar kacau, ternoda oleh rasa sakit yang luar biasa. Pikirannya kosong, namun insting hewannya menuntun kakinya melompati pembatas tak kasatmata. Ia terus berlari hingga tubuhnya ambruk di atas tanah basah, tepat di bawah bayang-bayang pohon pinus raksasa wilayah terlarang. Wilayah Pack Langit.
Note:
Cerita ini hanya fiktif belaka