(Baca deskripsi sebelum mulai baca)
Catatan:
Isi cerita sepenuhnya adalah fiktif. Untuk kemungkinan persamaan, itu murni ketidaksengajaan. Elemen dunia nyata (nama kota, tempat, lembaga, dll) bersifat pelengkap cerita tanpa maksud menjelekkan.
Catatan cerita: Latar Kalimantan, no romance, fokus persahabatan (brotherhood/friendship), dan sedikit elemen father and son.
***
Perundungan/bullying, sebuah fenomena sosial yang sangat umum terjadi di mana pun. Orang-orang berpikir, hal ini cukup sederhana: pelaku bersalah dan pantas dihukum, sedangkan korban dibela dan semestinya didampingi.
Namun, bila pelaku punya alasan kuat dan logis perihal tindakannya, bisakah khalayak memaklumi?
Sejak kejadian tak terduga 6 bulan lalu, kehidupan sekolahnya berubah. Orang-orang tak lagi menatapnya sebagaimana murid biasa, melainkan sebagai pembuat masalah tidak tau diri yang masih sanggup menampakkan muka.
Cibiran, sindiran, tatapan sinis, pengucilan, sampai perlakuan tak enak dia dapatkan. Bahkan kepribadian yang tak ada kaitannya pun ikut terseret, menambah daftar alasan mereka melakukan hal tersebut.
Siapa yang melihat sudah pasti akan menyalahkan pelaku, titik! Namun ketika mengetahui latar belakang mengapa semuanya terjadi, apakah korban yang selama ini dibela akan tetap dibela? Atau berbalik ikut disalahkan?
Tiada yang murni hitam putih. Terkadang, beberapa perkara harus terjebak di dalam zona kelabu, terapit bimbang mesti memihak siapa. Atau mungkin ... masih ada rahasia lain di balik semua yang terjadi?
"Selalu ada sisi lain di balik apa yang terlihat."
***
• Diharapkan vote sebagai dukungan.
Instagram: @author.reza90
Cover: tiadesign_ (Instagram)
Selamat membaca, semua :)
All Rights Reserved