Flicker [ZHANCHENG]

Flicker [ZHANCHENG]

  • WpView
    Reads 834
  • WpVote
    Votes 161
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 23 hours ago
⚠️ PERINGATAN SEBELUM MEMBACA "Cinta tidak pernah meminta izin. Ia datang dalam diam, merusak semua logika, membakar semua batas, dan meninggalkan dua jiwa yang telanjang-bukan hanya hatinya, tapi juga tubuhnya, dalam kejujuran yang tidak perlu disembunyikan." Cerita ini mengandung adegan dewasa (21+) yang digambarkan secara eksplisit, vulgar, dan bergairah-sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan cinta Zhan Xuan dan Liu Xuancheng. Setiap sentuhan, setiap desahan, setiap penyatuan tubuh adalah bahasa cinta yang mereka pilih untuk diucapkan. Jika kenyamanan Anda terganggu dengan adegan intim yang jujur dan terbuka, mohon pertimbangkan kembali sebelum melanjutkan. --- Karena di sini, cinta tidak hanya diucapkan. Ia juga dirasakan. Dalam setiap inci kulit. Dalam setiap napas yang berbaur. Dalam setiap malam yang meleburkan batas. --- "Mereka tidak merencanakannya. Tapi mungkin, beberapa hal memang tidak perlu direncanakan. Mungkin, beberapa hal memang harus terjadi begitu saja-karena sudah waktunya, karena sudah siap, karena cinta yang selama ini mereka simpan dalam dekapan dan kecupan kini ingin berbicara dalam bahasa yang lebih dalam." --- 📖 SELAMAT MEMBACA 🌙
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • A dan Z
  • NANGGALA
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me
  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua
  • Hello Mr. Komrad
  • Kembang Desa
  • I'm the male lead's wife?

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines