Our Sweet Moments

Our Sweet Moments

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 14, 2026
Di sebuah sekolah yang penuh cerita sederhana, dua orang siswa bertemu tanpa pernah benar-benar merencanakannya. Pertemuan mereka dimulai dari hal kecil-sebuah percakapan singkat, tatapan yang tak sengaja bertemu, dan momen-momen sederhana yang perlahan menjadi berarti. Dia adalah seseorang yang terlihat tenang dan biasa saja, namun selalu diam-diam memperhatikan orang di sekitarnya. Sementara itu, gadis yang ia temui memiliki senyum hangat yang mampu mengubah hari yang paling membosankan sekalipun. Hari demi hari berlalu, dan kebersamaan mereka mulai dipenuhi berbagai momen kecil: berjalan pulang bersama setelah sekolah, berbagi cerita di bawah langit senja, hingga saling menguatkan saat salah satu merasa lelah menghadapi hidup. Tanpa mereka sadari, perasaan yang awalnya sederhana berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Namun seperti kisah remaja pada umumnya, kebahagiaan itu juga diuji oleh keraguan, kesalahpahaman, dan pilihan masa depan. Akankah mereka menjaga perasaan itu sampai akhir?
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines