~𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚟𝚘𝚝𝚎, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗𝚝, 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚘𝚕𝚕𝚘𝚠
||Menemukan arti di tengah hiruk pikuk||
Raka Andhika, 28 tahun, hidup dalam ritme yang sempurna di atas kertas: kerjaan stabil di perusahaan logistik Jakarta, kos yang nyaman, kehidupan yang aman dan teratur.
Tapi di malam ulang tahunnya, saat berdiri di depan lilin yang menyala, dia tersadar pada satu pertanyaan yang mematikan: gue mau minta apa?
Bukan karena dia tak punya keinginan - tapi karena semua keinginan yang ada di kepalanya terasa asing, seolah ditulis oleh orang lain.
Pertemuan tak sengaja dengan Sari di antrian minimarket membuka sesuatu yang sudah lama terkubur. Satu pertanyaan dari perempuan itu - "aman tapi nggak seneng, atau aman karena takut nggak aman?" - menjadi batu yang dilempar ke kolam yang selama ini tenang tapi mati.
Dari buku Viktor Frankl yang tipis tapi mengguncang, dari percakapan jujur dengan bapaknya di teras Jogja, dari warung kopi sederhana di gang sempit, dari layar laptop yang akhirnya terisi oleh kata-kata yang selama ini hanya berputar di kepalanya - Raka memulai perjalanan yang tidak dramatis tapi mengubah segalanya.
KOMPAS bukan kisah tentang meninggalkan segalanya demi mengejar impian. Ini cerita tentang sesuatu yang lebih mendasar: belajar mengenali diri sendiri, memberanikan diri untuk memilih dengan sadar, dan menemukan bahwa makna hidup bukan satu jawaban final - melainkan cara kita menjalani setiap hari dengan alasan yang kita pahami.
Untuk siapa saja yang pernah berdiri di depan lilin dan tidak tahu mau minta apa.
All Rights Reserved