Mencintaimu adalah ibadah paling rahasia yang aku titipkan pada sujud-sujud panjangku, meski aku tahu, namamu adalah doa yang paling riuh di hati adikku sendiri."
Hanif adalah personifikasi dari ketenangan. Sebagai putra sulung seorang Ustad ternama, hidupnya adalah labirin kitab kuning, pengabdian, dan kesunyian yang terjaga. Baginya, jatuh cinta adalah hal terakhir yang ia bayangkan-sampai seorang santriwati bernama Zulaikha hadir merusak seluruh tatanan dunianya.
Zulaikha bukan gadis biasa. Ia adalah "badai" kecil yang ceria, reog, dan tak bisa diam. Ia bisa mengejar kucing di tengah pengajian, namun bisa seketika membuat jantung Hanif berhenti berdetak hanya dengan satu cengiran tulusnya. Hanif jatuh hati pada keriuhan itu, pada setiap diksi yang keluar dari bibir Zulaikha yang tak pernah lelah bicara.
Namun, semesta nampaknya sedang senang bercanda.
Di balik tawa reog-nya, Zulaikha menyimpan binar kekaguman yang hanya ia alamatkan untuk satu orang: Rayyan, adik kandung Hanif yang seumuran dengannya. Rayyan adalah cermin dari Zulaikha-bebas dan penuh tawa. Sementara Hanif? Ia hanyalah "Gus" yang terlalu tinggi untuk dijangkau, terlalu kaku untuk diajak bercanda.
Kini, Hanif berdiri di persimpangan yang menyakitkan. Haruskah ia memperjuangkan rasa yang kian merajam, atau memilih jalan paling tulus namun paling lara: Merelakan Zulaikha untuk adiknya sendiri dan membiarkan cintanya habis terbakar di atas sajadah tahajud setiap malam?
Sebuah kisah tentang kedewasaan, pengorbanan di balik jeruji takdir, dan cinta yang hanya berani berbisik pada Sang Pemilik Semesta.
All Rights Reserved