Ini bukanlah sebuah novel dengan alur cerita linear yang rapi. Ini adalah sebuah mosaik perasaan. Sebuah kumpulan kata yang tertumpah begitu saja di atas kertas, seolah-olah angin baru saja menerbangkan tumpukan catatan harian yang usang, dan kita, sang pembaca, diajak untuk memungutnya satu per satu dari tanah yang basah.
Melalui tulisan-tulisan ini, Aksara Hera membawa kita mengintip ke dalam ruang-ruang sunyi di kepala dan hati seorang perempuan yang selama ini memilih untuk diam. Ia mengumpulkan kembali ingatan yang terberai, perasaan yang tercecer di sudut-sudut kota, dan kata-kata yang tak pernah sempat diucapkan kepada mereka yang telah pergi. Setiap bab adalah satu "lembaran" pengalaman: momen slice of life yang mungkin terasa sepele, namun menyimpan luka, kerinduan, atau kedamaian yang mendalam.
Buku ini adalah untuk mereka yang pernah merasa kehilangan bagian dari dirinya, mereka yang suaranya pernah terbungkam oleh keadaan, dan mereka yang sedang belajar bahwa menyembuhkan diri dimulai dari berani menghadapi "lembaran-lembaran" kenangan yang menyakitkan. Sebuah perjalanan untuk menemukan kembali diri sendiri, di antara serpihan-serpihan masa lalu yang tercecer.
All Rights Reserved