Linggar tidak mencari Embun, pun Embun juga tidak mencari Linggar. Mereka bertemu sebagai sesama orang asing dengan keahlian masing-masing. Linggar terbiasa merawat bangunan tua yang nyaris runtuh, sementara Embun terlatih menciptakan mahakarya dari tanah liat yang mudah rapuh. Namun, ada satu kesempatan di mana mereka ternyata diharuskan bekerja sama di Desa Senyara. Sebuah alur ketika perkenalan biasa bisa menjadi serangkaian diskusi-diskusi intens yang membawa sepercik dua percik gelenyar membuncah tanpa mereka sadari. Seiring berjalannya waktu, saat proyek selesai, saat mereka kembali ke Jakarta... apakah perasaan itu akan dilupakan?
More details