RAZUENA

RAZUENA

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 28, 2026
Kelas X bukan kelas untuk murid bodoh. Kelas itu adalah tempat bagi murid yang dianggap paling bermasalah di sekolah. Siapa pun yang melakukan pelanggaran serius akan dipindahkan ke sana selama satu semester. Banyak siswa takut masuk ke kelas itu. Anehnya, bahkan anak baik yang pernah masuk sering kali kembali lagi setelah hukumannya selesai. Di sekolah itu ada beberapa kelas yang terkenal buruk. Kelas Z untuk siswa kelas 10 yang sering membuat onar. Kelas V untuk siswa kelas 11 yang sulit diatur. Dan yang paling terkenal... Kelas X, tempat bagi murid kelas 12 yang dianggap paling bermasalah. Ketiga kelas itu berada di gedung yang sama, di sudut paling jauh dari bangunan sekolah. Tempat yang jarang dilewati siswa lain. Bagi mereka yang belum pernah masuk, tempat itu seperti neraka sekolah. Penuh berandalan, pelanggaran aturan, dan kekacauan. Bahkan banyak guru yang tidak kuat mengajar di sana. Namun tidak banyak yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas itu. Bagi orang luar, tempat itu adalah neraka. Tapi bagi seseorang bernama Zuen, kelas itu justru menjadi tempat di mana semuanya dimulai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines