We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Angka dan Samudranya

Angka dan Samudranya

  • WpView
    Reads 7,186
  • WpVote
    Votes 770
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2026
WpInfo
Fanfic
"Dilahirkan bersama, tumbuh dengan mimpi yang berbeda. Kami adalah dua detak jantung yang pernah beradu di rahim yang sama, namun kini mengejar gema yang saling menjauh." ----- Saga adalah algoritma presisi di balik deretan angka, mengejar medali emas dengan logika secepat kilat. Sedangkan Kavi adalah air yang tenang namun mematikan, menguasai kedalaman kolam dalam ritme sunyi. Kami berbeda: yang satu ingin memecahkan persamaan semesta, yang satu ingin menyelam menembus palung. "Dunia ini terlalu sempit buat dua juara dalam satu rumah, Kav," bisik Saga di antara aroma kertas tua dan kaporit yang memenuhi kamar. Kavi diam, menyadari bahwa di balik ikatan darah ini, ada kompetisi yang siap menenggelamkan salah satu dari mereka. Akankah mereka berdiri di podium yang sama, atau salah satunya harus menjadi pijakan bagi kemenangan yang lain? Angka dan Samudranya ®2026 karya-||-jiubluly
All Rights Reserved
#72
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Damar Jatmika Nugraha
  • BLUE & GREY
  • KAIVAN [SLOW UP]
  • Retak yang Sama (REVISI!)
  • Naren dan Kepulangan✓
  • Satu Darah Dua Takdir
  • Paper Heart Days
  •  Diari Kecil Laksa
  • Keano
  • Keano

Tahun 2016. Damar Jatmika Nugraha, tujuh tahun, tinggal bersama nenek dan kakeknya di sebuah desa kecil yang tenang. Hari-harinya sederhana-berangkat sekolah dengan seragam yang sedikit pudar, pulang sebelum matahari tenggelam, lalu membantu nenek di rumah. Di sekolah, Damar sering terlihat sendiri. Ia jarang berbicara, jarang dipanggil namanya saat jam istirahat tiba. Namun ia tak pernah mengeluh. Tak pernah menangis. Ia hanya tersenyum, seolah semuanya baik-baik saja. Padahal, ada banyak hal yang tidak pernah ia ceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines