ZARKIEL

ZARKIEL

  • WpView
    LECTURES 27,727
  • WpVote
    Votes 2,097
  • WpPart
    Chapitres 24
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., juil. 8, 2026
Kiel, remaja ceria yang menyembunyikan luka batin. Diabaikan keluarganya dan di tengah dinginnya rumah dan tuntutan Papa yang keras, Kiel terus tersenyum, meski raganya perlahan hancur dalam kesunyian yang menyesakkan. Selagi di depan masih ada jalan kenapa harus berhenti Zarkiel_ __________________ Jika ada kesamaan tokoh maupun apapun itu mohon maaf. Jangan sider. Ngerti gak!!! Karena ngetik itu perlu effrot dan otak!! Hasil murni dari hasil mikir.
Tous Droits Réservés
#12
sad
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Love me or die
  • Justine
  • The Servant [James Harem]
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Same, But Not
  • Garwo
  • I'm Not Just a Figuran
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Jodoh Pilihan Mama
  • Last Hope - Cawooz

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu