Tidak semua persahabatan dimulai dari kedekatan. Ada yang justru lahir dari rasa canggung dan pertemuan yang terasa biasa saja.
Tujuh orang pemuda dan pemudi yaitu Delana, Zaskia, Nada, Naya, Enzo pernah berada di sekolah yang sama, tetapi hampir tidak pernah benar-benar saling mengenal. Mereka berbeda jurusan, berbeda lingkaran pertemanan, bahkan jarang berbicara.
Sampai suatu hari setelah kelulusan, sebuah pertemuan sederhana mempertemukan mereka kembali.
"Lucu ya," ujar Zaskia sambil tertawa kecil.
"Dulu kita satu sekolah, tapi rasanya baru kenal sekarang."
Nada menyandarkan punggungnya ke kursi.
"Mungkin memang waktunya baru sekarang."
Sejak hari itu, pertemuan demi pertemuan mulai terasa berbeda. Obrolan kecil berubah menjadi cerita panjang tentang mimpi, kegagalan, dan masa depan. Mereka saling mendukung, saling percaya, bahkan membangun bisnis bersama di tengah kesibukan hidup masing-masing.
Di antara persahabatan itu, tumbuh pula dua kisah cinta: Nada dengan Sena, dan Naya dengan Cakra. Sementara yang lain menemukan cintanya di luar lingkaran mereka.
Sena dan juga Cakra memang bukan teman kelimanya semasa SMA tetapi di balik persahabatan pemuda dan pemudi inilah dengan kehadiran keduanya semakin tambah berwarna.
Suatu malam Enzo berkata, "Kalau suatu hari hidup kita berubah... kita tetap begini kan?"
Sena tersenyum tipis.
"Tenang saja. Kita mungkin punya jalan yang berbeda, tapi tujuannya tetap sama."
Dan sejak saat itu mereka sadar mereka bukan hanya teman lama. Mereka adalah tujuh orang dengan satu tujuan yang sama: menjaga persahabatan mereka, apa pun yang terjadi.
All Rights Reserved