Titik Temu Rasa

Titik Temu Rasa

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2026
Akupun kembali duduk dan menghadapnya dengan berani, "kita bukan siapa-siapa, jadi gak usah ngatur hidupku" ------------- "kamu bisa ngomong kalo aku gak paham juga karna kamu belum kenal aku, orang yang punya masalah tuh gak cuma kamu doang" ------------- Aku masih terdiam, genggaman tangannya mulai mengendur dan perlahan terlepas. Aku mengedipkan mata dan tetap melihat ke arah depan. "Tolong, jangan beritahu siapapun soal apa yang kamu lihat dari aku" ucapku tanpa melihatnya "Apa gunanya juga buat aku, Je. Toh juga mau cerita ke siapa"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AWAS!!! DOSBING GALAK!! (On Going)
  • Half Of My Heart
  • Work Life, Love Balance (END)
  • Favorite Lecturer
  • Labirin Gairah
  • Goodbye, Hello?
  • THE REBELLOUSE!
  • Menuju Seperempat Abad
  • Touchpoints
  • Spicy

Siapa yang mengatakan jika menjadi mahasiswa semester akhir tinggal bayar joki skripsi terus lulus dengan lancar? SIAPA? Nyatanya, menjadi mahasiswa semester akhir yang sedang gencar-gencarnya menggarap tugas akhir sebagai syarat kelulusan, proses yang di hadapi sangatlah panjang dan juga terjal. Ya, terjal. Bagimana tidak terjal? Mereka bahkan sampai terjatuh, terjungkal, terpental, dan menangis di buatnya. Tak jarang dari mereka ada yang hampir menyerah dan berhenti di tengah jalan karena proses yang terjal tersebut. Hal itu pun juga di rasakan dan di alami oleh Nadine Candrawinata yang merupakan mahasiswi semester akhir di salah satu Universitas Swasta yang terkenal di Jakarta. Nadine yang ceplas ceplos, jiwa pelabrak yang tinggi, anti menye-menye dan tak sabaran itu harus berhadapan dengan dosen yang terkenal sebagai dosen ter-galak di kampusnya. Di tambah, dosen yang terkenal sebagai dosen ter-galak di kampusnya menjadi dosen pengganti pembimbing skripsinya. Apa tidak mati berdiri Nadine di buatnya? Apakah Nadine yang sedang berjuang demi masa depannya itu harus memutuskan berhenti di tengah jalan karena tak sabaran dan tak kuat mental menghadapi dosen pembimbingnya yang galak tersebut? Atau, Nadine justru merencanakan sesuatu agar skripsinya berjalan dengan mudah, dengan membuat dosen galak itu jatuh cinta kepada dirinya, misalnya? ---- Start : 2 November 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines