MASA INI, NANTI, DAN MASA INDAH LAINNYA | ENDO WATARU
Tokyo selalu punya cara untuk menyembunyikan rahasia di balik kerlip lampu neon dan deru kereta komuter yang padat. Di kota inilah, Shani menghabiskan hari-harinya di balik meja redaksi kantor berita, menyusun untaian kata dan mengejar tenggat waktu laporan yang tidak pernah ada habisnya. Di mata dunia, ia hanyalah seorang perantau asal Indonesia yang sedang menata karier di negeri orang. Tidak ada yang tahu, dan tidak boleh ada yang tahu, bahwa ada benang tak kasat mata yang pernah mengikat hidupnya dengan sosok paling berpengaruh di lapangan hijau negara ini.
Sebuah penugasan peliputan mendadak memaksa garis takdir mereka yang sempat terputus untuk kembali bersinggungan di bawah langit Tokyo. Pertemuan kembali itu tidak membawa ledakan drama, melainkan keheningan yang menyesakkan dada di antara ruang konferensi pers yang riuh. Di antara jepretan kamera dan pertanyaan formal media, ada tatapan mata yang menuntut jawaban atas masa lalu yang ditinggalkan tanpa kata pisah yang tuntas.
Ini bukan lagi tentang siapa yang pergi atau siapa yang bertahan. Ini tentang sepasang manusia yang menyadari bahwa bab masa lalu mereka tidak pernah benar-benar ditutup dengan titik. Di antara tuntutan profesionalisme kantor berita dan beban berat ban kapten tim nasional, Shani dan Endo harus menghadapi kenyataan bahwa perasaan yang mereka kubur dalam-dalam justru tumbuh semakin kuat di tengah jarak dan waktu. Kisah mereka adalah lembaran yang sengaja disimpan, menunggu untuk ditulis kembali dalam sebuah alur yang benar-benar belum selesai.
読んでください ( Selamat membaca )