We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya

Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya

  • WpView
    Reads 851
  • WpVote
    Votes 170
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Mar 27, 2026
WpInfo
Fanfic
NCT
Di antara dinginnya kota Bandung, Jares dan Ranjan terjebak dalam cinta yang dianggap salah oleh dunia. Ranjan memilih menyerah pada tuntutan keluarga dengan menikahi seorang wanita, memakamkan jati dirinya demi sebuah kehormatan semu. Jares, yang hancur karena pengkhianatan itu, terpaksa ikut bersandiwara dalam hidup yang hampa. Mereka menjalani hidup masing-masing dengan pasangan yang tak dicintai. Namun, rahasia hati tak bisa selamanya dipendam dalam sunyi. Dalam upaya mereka untuk saling melepaskan, sebuah tragedi tragis menjemput, membuktikan bahwa di dunia yang penuh aturan ini, mereka hanya bisa benar-benar bersama saat napas tak lagi ada. ____________________________________________________ © eFantastical
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KERSA NARENDRA
  • ENEMY [Keonhyeon]
  • Love me or die
  • Cupiditas Vitae [END]
  • Given || Ju Jihoon
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Rewriting The Villain (END)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Journey
  • Skripsi Dan Buku Nikah

Lengkara Nara hanya menginginkan gelar sarjana sejarah, bukan terjebak dalam labirin tradisi yang mencekik. Namun, saat ia melangkah masuk ke Keraton Wilwatikta Dwipa, ia menyadari bahwa sejarah bukan sekadar deretan angka tahun, melainkan sesuatu yang bernapas dan menuntut tumbal. Di sana, ia bertemu Prabu Narendra Dananjaya sang penguasa sedingin es yang menyembunyikan luka di balik kewibawaannya. Di antara intrik paviliun para istri dan rahasia naskah kuno yang berdebu, Kara mulai menyadari bahwa ia bukan sekadar tamu. Ada kutukan yang menanti, dan ada rasa yang dilarang untuk tumbuh. Saat logika mulai kalah oleh rasa, sanggupkah Kara memecahkan teka-teki Sang Prabu sebelum keraton menelannya bulat-bulat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines