To All The Sunsets We Missed

To All The Sunsets We Missed

  • WpView
    Reads 18,271
  • WpVote
    Votes 2,161
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Sun, May 17, 2026
Kavi selalu percaya bahwa hidupnya masih membentang panjang. Di kepalanya, ia masih punya ribuan meter untuk berenang lebih jauh, jutaan tawa untuk dilepaskan lebih keras, dan sisa usia yang tak terhingga untuk menetap di dunia yang baginya terlalu indah untuk ditinggalkan. Sampai sebuah kalimat dari dokter menghantam dunianya, jantungnya tak lagi mampu mengejar waktu. Kavi dipaksa berhenti berlari saat ia baru saja hendak memulai. Menjelang usianya yang keenam belas, kematian bukan lagi hal yang menakutkan. Kavi sudah terlalu akrab dengan rasa sesak yang mencekik dan dinginnya ruang perawatan, hingga rasa takut itu perlahan luruh menjadi penerimaan. Namun, ada satu ketakutan yang tetap tinggal dan tak pernah bisa ia lepaskan, meninggalkan Sena. Sebagai kembaran yang lahir dan tumbuh dalam satu detak yang sama, bagi Kavi, membayangkan napasnya berhenti jauh lebih mudah daripada membayangkan Sena harus bernapas sendirian tanpa dirinya di sampingnya. Kavi mungkin sudah belajar cara berdamai dengan maut, namun ia tidak pernah tahu bagaimana cara meninggalkan separuh jiwanya tanpa rasa bersalah. Karena di akhir perjalanannya, luka yang paling perih bukanlah jantung yang membeku, melainkan membiarkan seseorang yang paling ia sayangi berjalan sendirian di dunia yang luas. #Brothership bukan bxb. Versi lain nya bisa di lihat melalui platform X @._keonholicc
All Rights Reserved
#334
sicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALL ABOUT DEVAN [slow up]
  • KEENAN | Don't Go
  • ABIMANA
  • My True Feelings || Keonho w. Cortis✔️
  • Shadow (End)
  • Radeya's Evanescence
  • KAIVAN [SLOW UP]
  • Lakuna Mahaga
  • 𝙄𝙣 𝘼𝙣𝙤𝙩𝙝𝙚𝙧 𝙇𝙞𝙛𝙚 || Cortis
  • Everyday Life of an Only Child

CAELAN DAVA VALERE LUCIEN DEVAN VALERE mereka sama.... tapi kehidupan mereka bagaikan kehidupan seorang yang hina dan seorang mulia "jangan ikutin gue nanti ayah marahin dan kunci lo lagi" "gak! gue tetep mau ikut" "Dav... nanti kalo ayah marah???" "ayah gak akan marah sama gue.." "tapi kita beda Dava..." sosok yang selama ini selalu bagaikan bayangan pudar yang tak terlihat bagi keluarganya... insiden itu mengubah segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines