Oath of Justice (End)

Oath of Justice (End)

  • WpView
    Reads 225,780
  • WpVote
    Votes 17,846
  • WpPart
    Parts 58
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 1, 2026
Dalam hidupnya, Zanere hanya mempercayai yang mati. Namun, kedatangan Pratama membuat keteguhannya mulai kabur. Dengan segala pesona yang-sekalipun Zanere menolak-tetap menggema di dalam diri. Sebaliknya, sekalipun Zanere menutup pintu hatinya, Pratama akan selalu menemukan jalan lewat celah jendela. Bukan hanya tentang kisah seorang pria yang mengejar, tetapi tentang bagaimana kepercayaan mampu mencari celah untuk sampai pada kebenaran. First published on Wattpad: 05/04/2026 End published on Wattpad: 27/06/2026 Written and © by Ingrid Nour. This story is the original work of the author and should not be plagiarized.
All Rights Reserved
#48
love
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEDAULATAN HATI ✔️
  • Nabastala
  • ECLIPSED LOVE ; Bound by Power, Undone by Love
  • Se-rayu dan Se-Ruangnya
  • Hello Mr. General
  • Eleven
  • MISSION: VOWS
  • Baddie Lust
  • Antara Pulang
  • Fraktal Rahasia (Selesai)

Airanika Maheswari -tidak butuh perlindungan. Sebagai putri Menko, ia sudah terbiasa hidup di bawah mikroskop publik, membangun Maheswari Atelier dengan logika yang dingin. Namun, segalanya berubah saat ia harus berhadapan dengan "Adinatha Kala Wijaya" -Menteri Luar Negeri yang tak tersentuh, pria yang memandang dunia sebagai papan catur, dan memandang Aira sebagai anomali yang harus ditundukkan. Di depan kamera, mereka adalah musuh bebuyutan yang beradu argumen tentang kedaulatan industri. Namun di koridor senyap kementerian, di balik pintu-pintu rapat yang tertutup, ada jenis ketegangan lain yang mulai memicu api. Saat media mulai mencium aroma skandal dan keluarga Maheswara menuntut kesetiaan, Aira dan Adinatha terjebak dalam permainan persepsi yang berbahaya. Di antara nota diplomatik dan tatapan yang tidak terjelaskan, mereka harus memilih -Menjaga jarak demi martabat negara, atau melanggar garis itu dan membiarkan segalanya terbakar. "Satu meja. Dua agenda. Dan sebuah perasaan yang tidak masuk dalam draf kebijakan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines