Apa kamu akan melakukannya? Jika dewamu meminta pengorbanan dari mu.
Yura tidak seperti yang lain,
kekuasaan, otoritas, kekuatan, bakat, bahkan penampilan. Terlahir seperti perwujudan kesempurnaan itu sendiri, apa yang tidak dimiliki sang tuan putri yang dapat membuat bahkan seorang dewa mendengki?
Jika ini adalah sebuah dongeng bukankah ia sang tokoh utamanya?
Tuan putri kesayangan para dewa..
Oh, sungguh pembukaan yang indah, tidakkah kamu pikir begitu?
'Yang Mulia Tuan Putri Mayuura Eternal De'Iris'
Sang putri mendelik penuh dendam pada entitas di hadapannya.
"TUTUP MULUTMU DASAR DEWA TAK BERGUNA!"
Sosok dihadapannya ini, tidak lain satu dari sekian banyak dewa di dimensi utama ini, Sosok arogan, merasa dia diatas segalanya, makhluk memuakkan yang dipuja semua orang.
Oh betapa ironinya ...
Andai semua orang tahu, baginya semua alur ini hanyalah lakon sandiwara,
Semua ini hanyalah permainan.
'jangan begitu, tuan putri. Kamu membuatku sedih. Tidakkah sudahku berikan padamu takdir yang paling terang dari siapapun, Tidakkah aku menempatkan mu di sisiku, tempat yang diinginkan semua orang'
Bajingan itu berkata seolah yang dia lakukan adalah berkah, seolah semua ini bukanlah kutukan tanpa akhir. Seperti sang putri tidak hidup dalam ikatan neraka tanpa ujung.
Sang tuan putri tercinta, Mayuura menatap dengan penuh kebencian yang dapat menenggelamkan laut, berharap kebenciannya cukup untuk menjatuhkan sang dewa.
"Aku pasti akan menjatuhkan mu! Menarik mu dari tahta dan jatuh kedalam panggung sandiwara ini!"
Sang dewa tidak mengatakan apapun, menatap penuh minat seperti ini adalah hiburan favoritnya, dia kemudian melangkah mendekati sang putri, jubah hitamnya terseret di tanah tapi dia tak peduli, surai hitam panjang segelap malam yang menyebar dan berterbangan menciptakan tirai gelap menutupi pandangan sang putri.
'Benar, jangan tunduk pada siapapun, tuan putri. Terus lah bermain teruslah menjadi hiburan untuk selamanya'
All Rights Reserved