Zee percaya bahwa ingatan manusia adalah pengkhianat paling ulung. Itulah sebabnya ia selalu mengalungkan kamera instan di lehernya. Baginya, jika sebuah momen tidak dicetak di atas selembar kertas foto, maka momen itu tidak pernah benar-benar terjadi.
Di kampus, semua orang mengenal Zee sebagai gadis yang "cerah". Ia ceria, sedikit kikuk, dan sering kali menertawakan dirinya sendiri karena sifatnya yang pelupa. Hidupnya tampak sederhana, hanya seputar tugas kuliah, tawa bersama sahabat, dan hobi memotret hal-hal random yang ia temui.
Namun, perlahan-lahan, warna pastel dalam hidup Zee mulai terkikis.
Semuanya bermula ketika kamera instannya mulai menangkap gambar-gambar yang tidak pernah ia ingat telah ia ambil. Sudut-sudut gelap yang asing, bayangan seseorang yang tersembunyi, hingga bercak merah yang tampak nyata di atas kertas foto. Bersamaan dengan itu, orang-orang di sekitarnya mulai mengalami kejadian-kejadian janggal yang tak masuk akal.
Di saat yang bersamaan ketika Zee merasa dunianya mulai aneh, seseorang dari masa lalu kembali muncul membawa tatapan yang sulit diartikan, sementara seseorang yang baru datang menawarkan perlindungan yang terasa menenangkan.
Zee terjebak di antara potongan puzzle yang hilang. Ia tidak sadar bahwa setiap kali blitz kameranya menyala, ada rahasia yang berusaha mendobrak keluar dari balik ingatannya yang terkunci.
Karena terkadang, hal yang paling mengerikan bukanlah apa yang tidak bisa kita lihat... melainkan apa yang kita lakukan saat kita tidak sedang menjadi diri sendiri.
Beberapa momen memang sebaiknya tetap tertidur, sebelum cahaya mengungkap segalanya. -Zee
All Rights Reserved