Topeng Beludru Merah

Topeng Beludru Merah

  • WpView
    Dibaca 375
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mei 14, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Hubungan Kontrak
Benci jadi Cinta
Slow Burn
Kehidupan keturunan Brajadipati satu ini tak pernah lepas dari rancangan sistem pesawat dan teknologi dirgantara. Ia sangat tertutup sampai tidak ada yang benar-benar tahu mana yang nyata dari kehidupannya, selain fakta bahwa ia menguasai langit dengan kecerdasannya. Hingga suatu hari, kehadiran pewaris tunggal Respatika mengubah seluruh ritme kehidupannya. Si pembangkang ulung Respatika, yang terkenal dengan keberaniannya menentang nilai-nilai keluarga, mulai mengambil alih kehidupannya tanpa persetujuan. Kini keduanya berdiri berhadapan, saling menguji kendali dan strategi, seolah dunia hanya berputar di antara mereka. Namun, bagaimana jika sejak awal ada tangan lain yang sebenarnya jauh lebih berkuasa atas keduanya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan