We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Glow || AkiToya || 🥞☕

Glow || AkiToya || 🥞☕

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2026
WpInfo
Fanfic
Alternate Universe (AU)
Anime and Manga
Game
Romance
Di dunia yang terus bergerak cepat, ada dua orang yang menemukan cahaya mereka sendiri satu sama lain. Toya, dengan kelembutan dan perhatian yang tak pernah berhenti, selalu mampu membuat dunia terasa sedikit lebih hangat. Setidaknya begitulah menurut Akito. Akito, yang menatapnya dengan rasa kagum dan perlahan belajar arti pengorbanan, menyadari bahwa cinta bukan hanya soal kebahagiaan, tapi juga tentang bertahan ketika dunia tidak selalu berjalan seperti yang diharapkan. ┈━ ◇ ━┈ Warn(!) may contain OOC, BL, what-if, alternate universe; canon-divergence, bahasa baku-tidak baku (tidak konsisten).
All Rights Reserved
#2
an
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cupiditas Vitae [END]
  • ENEMY [Keonhyeon]
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • Journey
  • Given || Ju Jihoon
  • KERSA NARENDRA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Rewriting The Villain (END)
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Love me or die

Rio hanya ingin hidup tanpa memperdulikan penolakan yang selalu mengikuti langkahnya. Hidup dioper dan dieksploitasi adalah bagian hidupnya. Harusnya ia sudah mati. Entah akhirnya akan tenang atau malah terjebak di dimensi yang lebih mengerikan daripada hidupnya sekarang. Tapi dia kembali membuka mata. Di dua bulan sebelum kematian datang menjemputnya. Waktu terlalu singkat. Rio memutuskan dengan cepat. Dia masih punya kesempatan untuk lari dan hidup, kan? Sebuah skenario yang janggal untuk sebuah ketidaksengajaan membuatnya bertemu dengan sahabat ayahnya, yang memberikan secercah harapan akan tempat berteduh yang aman. Rio tidak pernah punya harapan yang rakus. Ia hanya ingin bertahan hidup. Benar-benar tidak tahu bahwa kenyamanan juga memaksanya untuk terluka dan berlapang dada.

More details
WpActionLinkContent Guidelines