| JADI ANTAGONIST?! ∞ |

| JADI ANTAGONIST?! ∞ |

  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2026
FOLLOW SEBELUM BACA! JANGAN LUPA VOTE! Diza adalah seorang author yang telah membuat banyak cerita. tapi siapa sangka ia malah bertransmigrasi kedalam novel ciptaannya sendiri yang bergenre kerajaan?! menjadi anak 5 tahun yang di masa depan akan menjadi seorang villainess. dia memutuskan untuk menghindari alur namun malah dari kecil ia sudah terjebak dengan tokoh yang sangat-sangat harus ia hindari di dunia fantasi ini. ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• "ihh! pokoknya Mora gak suka sama Leon!" "gak peduli , Mora tetap harus jadi istri Leon, karena Mora cuma milik Leon" •••••••••••••••••••••••••••••••••••••• "Duke?" "Yes my Duchess?" ꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖⁠♡ UKM (Update kalau mau)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Porcelain Script
  • ATTALA SI FIGURAN (Hiatus)
  • DISA- FARADISA ANGELINA GAUTRI
  • The Crazy Obsession of a Possessive Husband
  • KELAM
  •  Kabur dari Neraka, Jatuh ke Tangan Iblis Tampan
  • Transmigrasi Amoorea [Belum Revisi]
  • THE OTHER WAY
  • THE ANTAGONIST
  • Perfume

"Cantik, centil dan berbahaya. Dia adalah racun paling manis yang pernah Pentagon cicipi." Bagi banyak orang, Pentagon adalah dewa di sekolah ini. Namun bagi Thessa, mereka hanyalah sekumpulan pemuda dengan ego yang terlalu besar, sekaligus kunci dari sebuah rahasia yang terkubur rapat. Thessa tahu cara menggunakan pesonanya sebagai senjata. Dia tahu cara membuat musuhnya mabuk kepayang sebelum akhirnya dia hancurkan perlahan. Ini bukan sekadar catatan tentang bagaimana satu gadis mengacak-acak formasi sempurna lima pilar penguasa. Di balik tawa centil dan aroma parfum yang memabukkan, ada dendam yang menuntut pelunasan dan kebenaran yang harus digali dari tangan mereka. Perang ini tidak lagi tentang siapa yang paling kaya atau siapa yang paling lihai mengendalikan rasa. Ini tentang siapa yang akan hancur lebih dulu saat topeng-topeng sempurna itu mulai retak. Selamat datang di medan perang, di mana setiap sentuhan adalah jebakan dan kebencian hanyalah selimut bagi misi yang jauh lebih gelap.

More details
WpActionLinkContent Guidelines