" Because I Love You "

" Because I Love You "

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2015
Tok tok tok " Ahjumma ... " seorang yeoja sedang mengetuk pintu rumah tua tapi pemiliknya tak kunjung membukakan pintu. Lama 2 jam lebih anak kecil itu mengetuk pintu, ada rasa lelah menjalarnya akhirnya dia terpakasa masuk. Criekkkl... " Omo !!" Sontak yeoja kecil itu berteriak terkejut apa yang sedang iya lihat sekarang ini. " Ahjumma bangun.. bangun tolong eomma appa tolong" yeoja kecil itu berteriak meminta tolong, yeoja paru baya itu tergelatak tak berdaya di rumah itu dalam keadaan terlentang dan di sekelilingnya banyak obat yang berceceran. Yeoja kecil itu berlari meminta bantuan orang di depan rumah tua itu. Semua orang berdatangan polisi dan warga setempat. " Eomma kenapa ahjumma itu pingsan .. hiks hiks aku takut terjadi sesuatu padanya" yeoja kecil itu menangis di pelukan sang eomma " Ssttt jangan menangis changi .. ahjumma pasti baik baik saja" wanita berparas cantik itu mencoba menyakinkan anaknya. RCL Readers ... ^^ jangan lupa Vote Ne ..
All Rights Reserved
#129
other
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • ESHA🍓 || (END)
  • You Like Me? | Kim Wooseok
  • What Can I Do ?
  • Hai Januari
  • Love Motivation
  • Sahabat Jadi Pacar || (END)
  • Missing And Found You
  • Baby Canny

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines