Siap gak Siap [18+]

Siap gak Siap [18+]

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2026
"Katanya menjalin kisah kasih di sekolah itu menyenangkan. Namun, bagaimana bila kita menjalin kisah kasih dengan seorang anak berandal, tukang tawuran, dan suka balap motor?" Itulah yang Rizka Andinita rasakan, seorang siswi kelas 11 yang tak pernah menyangka hidupnya akan semakin ngawur akibat menikah dini dengan seorang ketua dari geng pemberontak peraturan sekolah, atau biasa disebut sebagai GP2S yang sangat ditakuti oleh siapapun, namanya adalah Fikran Pradikta. Sekolahnya bahkan di cap sebagai sekolah buangan akibat tak bisa menahan para murid berandal ini untuk tidak berkelahi satu detikpun. Apakah Rizka dapat mengubah sifat Fikran? Atau malah sebaliknya? ______________ ✨️Halo semuanya, cerita ini merupakan karya fiksi, ya! Jadi bukan based on true story, hehe! 🌟Bahasa yang digunakan bisa berupa Formal dan Non Formal! Bahkan bisa ada bahasa gaul/slang ENG! Banyak bahasa kasar, atau tidak pantas, jadi bijak dalam membaca, ya! ⭐️Jangan lupa Votenya, ya! Vote dari kalian sungguh mendukung Author untuk semakin semangat membuat cerita! ★~Selamat membaca~★
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Chasing Sanara
  • The Villain Mother

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines