Her Devil Paradise

Her Devil Paradise

  • WpView
    Reads 2,760
  • WpVote
    Votes 545
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 23 hours ago
Nisa Amar tahu betul cara meredam rahasia terbesarnya dengan mengabdi di pesantren, mengubur rapat-rahasia hasrat Nafsunya, dan memilih jalan untuk tidak pernah menikah demi menjaga nama baik keluarga. Semua aman dan terkendali, sampai Elia Veronica datang mengacaukan segalanya. Elia adalah definisi dari kemewahan, kekuasaan, dan kebebasan mutlak. Wanita matang yang besar di Belanda ini tidak pernah kenal kata "tidak" dalam hidupnya. Begitu matanya tertuju pada Nisa, Elia langsung menyusun rencana. Baginya, meruntuhkan benteng keimanan guru pesantren itu adalah permainan paling menantang yang harus ia menangkan. Dengan segala pesona, kekayaan, dan trik manipulasinya, Elia terus menempel, membujuk, dan menyeret Nisa ke dalam pusaran nafsu yang tak tertahankan. Bagi Nisa, Elia adalah ujian terbesar sekaligus sosok yang paling menakutkan. Tapi saat Elia mulai menjeratnya lebih dalam, pertahanan Nisa perlahan apakah harus tetap bertahan pada prinsipnya, atau menyerah pada "surga" menjerumuskan yang ditawarkan sang iblis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejarah yang Kita Ciptakan
  • The Benchwarmer
  • Resep Cinta Untuk Dokter yang Katanya Rasional
  • Velvet Chains 2
  • 𝐓𝐡𝐞 𝐒𝐨𝐟𝐭𝐞𝐬𝐭 "𝑯𝒐𝒘 𝑨𝒓𝒆 𝒀𝒐𝒖?"
  • Between Thin Walls
  • Selingkuh? It's not my type (End)
  • Raised by Love, Torn by Feeling
  • Lingering Light (E-BOOK)
  • Cinta Suci (end)

Di tengah hiruk-pikuk Kota Tua Jakarta, sejarah selalu terasa jauh, hingga Nayla Arundhati muncul dengan data, disiplin, dan reputasi yang ia jaga mati-matian. Lalu datang Citra Maheswari-aktris dengan kebaya dan keberanian, yang percaya sejarah harus dirasakan, bukan sekadar dijelaskan. Kolaborasi mereka di depan Museum Fatahillah awalnya hanya eksperimen kecil. Tapi chemistry yang tak terduga (di panggung dan di balik layar) membuat tur mereka viral. Saat netizen mulai "mengarang cerita" tentang kedekatan mereka, Nayla memilih menjaga jarak demi profesionalisme. Citra memilih pergi. Dan di antara sunyi lapangan Fatahillah saat senja, Nayla menyadari, yang hilang bukan hanya partner kerja. Rumor. Ego. Ketakutan akan reputasi. Sentuhan tak sengaja. Tatapan yang terlalu lama. Debat tajam yang perlahan berubah jadi sesuatu yang lebih lembut. Ketika mereka kembali berdiri berdampingan, pertanyaannya bukan lagi apakah tur itu akan sukses.

More details
WpActionLinkContent Guidelines