Erik tidak pernah menyangka dirinya akan terjerumus ke dalam hubungan yang salah seperti ini.
"Tuan... Nyonya nggak bakal tahu, kan?"
"Tidak. Selama kita diam-diam begini, dia tidak akan pernah tahu,"
Awalnya, Erik merasa bersalah. Ia tahu ia melanggar sesuatu yang tak seharusnya dilanggar. Tapi perhatian yang diterimanya perlahan mengikis rasa takut itu. Ia mulai merasa nyaman, mulai berharap, dan tanpa sadar, mulai melupakan bayangan kesalahan yang dulu selalu membayangi setiap langkahnya.
"Aku takut... Aku nggak mau jadi pengganggu,"
"Tenang saja, Erik. Kalau pun beliau tahu, aku akan tetap di sini untuk melindungimu. Percayalah padaku."
Janji itu terdengar seperti cahaya di lorong gelap, dan Erik menggenggamnya dengan segenap harapannya. Ia memilih percaya. Ia ingin percaya.
Tapi ketika masalah muncul, cahaya itu mulai memudar. Pria itu semakin jarang muncul, semakin sulit dihubungi, selalu menolak pembicaraan serius. Hingga suatu hari, tanpa peringatan, tanpa alasan yang jelas, ia pergi begitu saja.
"Alexander...?" suara Erik nyaris pecah.
Ia tertinggal sendiri, tenggelam dalam rasa malu, takut, dan sakit hati yang terlalu berat untuk dibagi dengan siapa pun. Hatinya terasa hampa, namun anehnya, ia tetap merindukan kehadiran itu.
Erik mulai menyalahkan dirinya sendiri. Mungkin ini balasan atas semua kesalahan yang ia buat. Ia mencoba menerima, mencoba melupakan, mencoba hidup seperti biasa. Ia berpikir semuanya telah selesai. Ia berpikir ia kembali ke jalan yang benar. Ia berpikir ia sudah pulang ke hidup yang seharusnya.
Namun kenyataan menolak diam. Perasaan itu tidak pernah hilang. Kenangan itu tak pernah pergi. Ada orang lain-orang yang selalu memanggilnya 'Mas Lik' dengan suara melengkingnya-yang menambahkan lapisan rasa bersalah lain yang lebih tajam.
Dan ketika masa lalu kembali menghantui, Erik mulai ragu... Apakah ia benar-benar pulang, atau sejak awal ia tidak pernah berada di tempat yang seharusnya?
•••
CERITA BL
AU LOKAL 🇮🇩
All Rights Reserved