We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Menunggu hatimu sembuh

Menunggu hatimu sembuh

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 17, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak semua perasaan datang di waktu yang tepat. Aku mengenalmu saat hatimu masih dipenuhi luka. Saat namaku belum bisa mengalahkan kenangan yang masih kamu simpan. Aku tidak datang untuk menggantikan siapa pun. Aku hanya ingin ada-menemani, tanpa memaksa. Tapi mencintaimu tidak semudah itu. Ada jarak yang tidak terlihat, ada rasa takut yang selalu kamu sembunyikan. Aku bertahan, meski kadang lelah. Aku menunggu, meski tidak pernah tahu akan dipilih atau tidak. Karena bagiku, cinta bukan tentang siapa yang pertama- tapi siapa yang tetap tinggal, saat yang lain memilih pergi. Dan jika suatu hari nanti kamu benar-benar sembuh... apakah aku masih ada di sana? Atau justru aku yang sudah belajar untuk pergi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

(BELUM DI REVISI MASIH BANYAK TYPO) Ansera, gadis centil dan cerewet, langsung jatuh hati pada Raha saat pertama kali ia melihat lelaki itu, pengacara kaku yang jarang menunjukkan ekspresi. Dari pertemuan pertama, Sera langsung bertekad, ia harus membuat Raha menyadari keberadaannya, dengan cara apa pun. Tapi, untuk menembus hati seseorang yang selalu terlihat dingin ternyata lebih sulit dari yang ia bayangkan. Setiap kata serius dari Raha, menjadi tantangan dan godaan sekaligus bagi Sera. "Mas, aku mau pelukan sama kamu. Tapi, tunggu rumahku sepi." "Terus, nanti digrebek warga, gitu, Ansera?" "Mau banget." | start 21 december 2025 | end 11 april 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines