Kamar no. 08 - ChioPalmie AU

Kamar no. 08 - ChioPalmie AU

  • WpView
    Reads 14,670
  • WpVote
    Votes 1,994
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 9, 2026
​"Kesempurnaan itu fana, tapi debu di atas meja adalah nyata." ​Bagi Ziva, Ezra adalah definisi pangeran tanpa cela di SMA Harapan Bangsa-sosok yang hanya berani ia pandangi dari jauh. Berbanding terbalik dengan penghuni Kamar 08 yang menjadi sumber sakit kepala hariannya. Sosok misterius, cerewet, dan obsesif yang rela komplain hanya karena sehelai rambut di lantai. ​Ziva membenci penghuni Kamar 08, tanpa tahu bahwa ia sedang memaki-maki mimpinya sendiri. Hingga sebuah jejak meruntuhkan sekat di antara mereka.
All Rights Reserved
#809
carmen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PEACE (CARMEN X SION) HIATUS
  • The Wrong Confession || CHIOPALMIE
  • Unplanned Blueprint (Completed)
  • High School Top Team
  • RIVER OVER THE FLOWER (Spin-off THE RIVER & THE BLOOMS)
  • The River & The Blooms [COMPLETED]
  • Dear My Sulky Boy - ChioPalmie AU (Completed)
  • Dive Beyond Fear (Anton ft. Carmen Au)
  • FATED HEARTS - Anton Carmen
  • HYPE BOY

"GUE DULUAN, YA!" Suara itu meledak seperti petasan tahun baru. Lelaki 175 cm itu melambaikan tangan santai, seolah-olah adegan penutup drama Korea sedang diputar khusus untuknya. Katjiwa Gintania yang sejak tadi fokus merapikan buku-bukunya cuma mengangguk pelan. Dalam hatinya dia mikir, ya udah lah, cowok ini pamit doang. Biasa. Normal. Tidak mencurigakan sama sekali. Sampai... Klik. Gelap. "CANDRANAAAAA!!!!" Teriakan Katjiwa langsung merobek keheningan kelas kayak kucing yang baru diinjak ekornya. Gadis mungil dengan pipi gembul mendadak berubah jadi mode super marah. Ternyata seseorang mematikan lampu sambil kabur dari kelas. Dugaan pelaku? Candrana? Dugaan motif? Iseng. Dugaan korban? Jiwa. Dari ujung pintu terdengar suara santai, "Itu nama marga keluarga gue, Jiwaa. Nama gue Seraya Lautan Candrana." Nada suaranya santai, tanpa rasa bersalah, bukan kayak orang yang barusan bikin orang lain hampir stroke karena kaget. "LAGIAN LU NGAPAIN PAKE MATIIN LAMPU SIH??? NGGAK LIAT GUE MASIH BERESIN BARANG?!" Katjiwa balas teriak, tidak rela kalah volume. Laut malah tertawa. "HAHAHAHA! Soalnya gue mau liat lo marah. Gemes banget sumpah, kayak ikan buntel!" Dan tentu saja, penghinaan itu secara otomatis memicu Katjiwa mengejar laki-laki itu keluar kelas. "AMPUN! AMPUN! Jangan kejar gue!" Laut panik sambil hampir jatuh karena tali sepatu tidak terikat. "Nanti kalo gue arahin ke KUA gimana? Masih mau ngejar??" Katjiwa langsung mendecak, "LU ORANG GILA YA, LAUTTTTT?!" Laut ngedip sambil jalan mundur. "Jodoh itu nggak ada yang tau, Jiwa... bisa jadi lu kena pesona gue." __________________________________________________ Please don't copy this story, karena kisah ini murni dibuat penulis dari kisah nyatanya, selamat menikmati, enjoy your time, readers <3

More details
WpActionLinkContent Guidelines