Born to Be Blamed

Born to Be Blamed

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 1, 2026
DILARANG PLAGIAT‼️ MURNI IMAJINASI PENULIS!! DILARANG DITIRU, KECUALI DIJADIKAN INSPIRASI!! JANGAN DATANG HANYA UNTUK PLAGIAT ATAUPUN MINTA FEEDBACK, TAPI DATANGLAH DENGAN NIAT MEMBACA!! . . . Bumi Aksara Pratama terlahir berbeda. Ia mengidap autisme, hidup dalam dunia yang sunyi, dunia yang tak pernah benar-benar memeluknya. Namun luka terdalamnya bukan berasal dari dunia luar, melainkan dari rumahnya sendiri. Sejak hari kelahirannya merenggut nyawa sang ibu, Rasya Alverio Pratama, abangnya, menatapnya bukan sebagai keluarga, melainkan sebagai penyebab kehilangan. Kebencian itu tumbuh, diam-diam namun tajam. Dan Bumi, yang tak pernah mengerti apa salahnya, hanya bisa menerima semuanya dalam diam. Ia tidak melawan. Tidak membenci. Ia hanya bertanya dalam hati kecilnya yang rapuh. Di tengah dingin yang tak pernah usai, hanya sang ayah yang masih menggenggamnya dengan hangat. Namun bahkan itu tak cukup untuk menjawab satu hal yang terus mengusik jiwanya. "Kalau Bumi nggak salah, kenapa Bumi nggak pernah dicintai?"
All Rights Reserved
#10
berbeda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • The Story Of Janeta 2
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines