Seorang Tuan muda hidup dalam keberlimpahan harta, seorang pangeran tak bermahkota dari keluarga Hilbert. Putra sulung yang meneruskan perusahaan Hilbert Corporation, mempunyai personal branding puncak di kota Moskow Rusia, garis rahang tegas nan tampan, postur tubuh yang tinggi dan kokoh, matanya bukan tipikal mata tajam namun cenderung datar dan menilai.
Namanya hampir selalu di barisan nama pengusaha sukses dan cemerlang, seorang CEO muda yang cerdas selalu di lirik oleh para pemimpin perusahaan lain dengan penuh minat sebagai mitra. Para wanita dan laki-laki, siapa yang tak akan jatuh cinta? Mereka akan mengantre panjang hanya untuk dapat di lirik sang Tuan muda.
Hingga suatu hari seorang lelaki yang jauh lebih tinggi, dengan postur yang lebih gagah, menarik perhatiannya. Momen memalukan di matanya, bagaimana mungkin orang dengan tubuh sebesar itu bisa mendapatkan perlakuan penindasan? Apakah tangannya lumpuh hingga diam saja? Hal seperti ini sudah sering sekali bagi Tuan muda dari keluarga Hilbert jumpai, maka ia melangkah pergi.
Akan tetapi rintihan membuat kakinya membeku, sesekali mengeluh sakit yang pelan membuat sesuatu hal dalam diri Tuan muda itu terdiam. Hingga... "Tuan Hilbert! Tolong aku!" Ia menoleh pada pria besar yang babak belur dan mendapat luka memar di wajah, dalam hati ia mengumpat keras meski kasihan dia tidak berniat ikut campur.
Pria besar yang terduduk di trotoar hanya memakai celana jeans navy dengan warna kain memudar serta Hoodie oren terang dengan ujung pergelangan tangannya bagian kain robek-robek tipis. Pria besar itu menatap dengan mata berkaca-kaca kearahnya, tanpa Tuan muda ini sadari... Itulah awal mula dari sebuah bencana.
All Rights Reserved