Eyes On Her

Eyes On Her

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 27, 2026
Tiga tahun lalu, Carelyn meninggalkan kehidupan yang pernah mengurungnya dalam kemewahan palsu. Pernikahan yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan justru meninggalkan luka yang tidak mudah hilang. Demi dirinya dan putranya, Haru, Carelyn memilih menghilang dari dunia lama, meninggalkan bisnis, nama besar, dan masa lalu yang hampir menghancurkannya. Di sebuah apartemen kecil yang jauh dari kehidupan sebelumnya, Carelyn mencoba hidup sederhana dan tenang. Ia percaya jarak dan waktu cukup untuk mengubur semua kenangan buruk. Sampai perasaan itu datang. Perasaan bahwa ia tidak pernah benar-benar sendirian. Ada seseorang yang selalu berada di dekatnya. Seseorang yang tahu kapan ia pulang. Seseorang yang melihatnya bahkan ketika ia tidak menyadarinya. Felix terbiasa hidup dalam bayangan. Mengamati, mengikuti, dan mengetahui kehidupan orang lain tanpa pernah menjadi bagian darinya. Bagi Felix, manusia hanyalah tugas yang harus diselesaikan. Sampai ia mulai mengawasi Carelyn. Wanita itu berbeda. Luka yang ia sembunyikan, cara ia melindungi Haru, dan kesunyian yang mengelilinginya membuat Felix semakin sulit menjaga jarak. Yang awalnya hanya pengawasan perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Felix mulai memastikan tidak ada orang yang terlalu dekat dengan Carelyn. Tidak ada yang menyakitinya. Tidak ada yang membuatnya takut. Karena tanpa pernah disadari Carely. Ia sudah memiliki seseorang yang selalu berada di bayangan. Mengawasinya. Menjaganya. Dan perlahan menjadi terlalu terobsesi untuk pergi. Tapi jika Carelyn mengetahui bahwa pria yang paling sering menyelamatkannya adalah orang yang sejak awal selalu mengawasinya.
All Rights Reserved
#141
foundfamily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines