Friendzone (AouBoom) END✓

Friendzone (AouBoom) END✓

  • WpView
    Reads 456
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 22, 2026
"Aku kira aku cuma takut kehilangan kamu... ternyata aku gak bisa hidup tanpa kamu." Semua dimulai dari taman sederhana di Bangkok, dari obrolan ringan dan tawa kecil yang awalnya gak berarti apa-apa. Aou gak pernah berniat jatuh cinta, tapi Boom terlalu hangat untuk diabaikan. Hari demi hari, mereka makin dekat, sampai akhirnya perasaan itu gak bisa disembunyikan lagi. "Aku capek pura-pura gak punya perasaan..." Tapi yang Aou dapat bukan jawaban yang dia harapkan. "Aku belum bisa balas cinta kamu... tapi aku gak mau kehilangan kamu." Dan sejak itu, Aou pergi. Menghilang, menjauh, membawa perasaan yang gak pernah sempat selesai. Sampai suatu hari, takdir mempertemukan mereka lagi dengan cara yang gak pernah mereka inginkan. Di antara air mata, penyesalan, dan rasa takut kehilangan, akhirnya satu hal yang selama ini disembunyikan keluar juga. "Aku... suka sama kamu." Kali ini gak ada lagi setengah-setengah, gak ada lagi yang ditahan, karena cinta mereka akhirnya menemukan jalannya pulang.
All Rights Reserved
#14
aouthanaboon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}
  • Change The Plot (Niel)
  • Chana's Transmigrasi
  • Drama di Pintu Kosan
  • BACKSTREET
  • Mission
  • REGAN's Crazy Wife

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines