Bagi Arin, hidup adalah deretan puncak gunung yang ia taklukkan bersama orang-orang tersayang. Sebagai mahasiswi Kedokteran, dunianya tidak hanya berputar di antara buku anatomi, tapi juga di sela-sela kabut dan jalur pendakian yang menantang. Di sana, ia memiliki segalanya: Davin, tunangannya yang selalu memastikan Arin tetap hangat di ketinggian, serta sahabat-sahabatnya Raka, Aldi, Egi, dan Nisa yang membuat setiap perjalanan terasa seperti pulang ke rumah.
Davin adalah sandaran Arin, pria yang selalu memegang tangannya erat di setiap tanjakan, membisikkan janji tentang masa depan yang akan mereka bangun bersama. Kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan kehadiran Devan, adik Davin yang kerap meramaikan suasana, serta Vita, sahabat mereka yang akhirnya memberanikan diri ikut mendaki untuk pertama kalinya.
Hingga munculnya sebuah rencana pendakian yang kesekian kali. Rinjani. Tawa pecah di jalur Sembalun. Candaan Raka dan Aldi menjadi penyemangat saat napas mulai memburu, mereka tersenyum puas melihat keindahan Rinjani yang memukau. Mereka percaya, puncak Rinjani kali ini akan menjadi saksi bisu kemanisan cinta dan persahabatan mereka yang paling indah.
Namun, siapa yang menyangka bahwa awan biru bisa berubah sekejap mata? Mengapa buku catatan milik Davin baru sampai ke tangan Arin dua tahun kemudian? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya terkubur di balik badai yang memisahkan mereka di jalur ekstrem itu?
Apa yang sebenarnya terjadi di tengah badai Rinjani yang mengubah tawa mereka menjadi keheningan abadi?
Hak Cipta Terpelihara