We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Between Red Lights and Rain: Senior High School

Between Red Lights and Rain: Senior High School

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 19, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Hujan turun di saat yang tidak tepat-sore hari ketika Jemima masih terjebak di sekolah setelah konser berakhir. Di depan lampu merah, di antara dingin dan sepi, dia kembali melihat Kenzo-gitaris yang sejak siang diam-diam menarik perhatiannya. Bagi Jemima, pertemuan itu berarti sesuatu. Bagi Kenzo, itu hanya kebetulan. Keesokan harinya, semuanya dimulai. Sebagai teman. Selama satu tahun, mereka berjalan berdampingan, menyimpan perasaan yang sama tanpa pernah mengakuinya. Hingga waktu membawa mereka ke arah yang berbeda. Dan saat mereka bertemu kembali di bangku kuliah, satu hal menjadi jelas-beberapa perasaan tidak pernah benar-benar pergi. ( ! ) Do Not Plagiarism. ( ! ) Toxic Words, R15+.
All Rights Reserved
#989
gengsi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines