Kematian Sang Profesor

Kematian Sang Profesor

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 14, 2026
Kematian Profesor Gunawan menempatkan tiga mahasiswanya--Yayan, Gian, dan Agas--sebagai tersangka utama. Demi membersihkan nama mereka, ketiganya bekerja sama menelusuri jejak terakhir profesor. Namun, setiap petunjuk justru membuka lapisan rahasia yang lebih kelam, menyeret mereka ke pusara bahaya yang tak pernah mereka bayangkan. Ketika kebenaran mulai terlihat, satu hal yang terlihat jelas. Mengungkap kasus ini bisa berarti mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.
All Rights Reserved
#270
kematian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • My Perfect Model ( Republish )
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Shadow in the Lab
  • Hello, Mr. Mafia!
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Defiant [END]

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines