Learning to Be Loved [END]

Learning to Be Loved [END]

  • WpView
    Reads 4,401
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 3, 2026
Di dunia yang terlihat sempurna dari luar, tidak semua kisah berjalan sesuai rencana, dan ini adalah kisah tentang seseorang yang terjebak dalam peran yang bukan miliknya... menjalani hidup sebagai "pengganti", di tengah cinta yang tidak pernah benar-benar utuh. Dia bukan pilihan pertama. Bukan juga yang diharapkan. Namun, di balik tatapan dingin dan sikap yang seolah kuat, ada hati yang perlahan belajar tentang bertahan, tentang kehilangan, dan mungkin... tentang dicintai dengan cara yang berbeda. Sementara itu, masa lalu yang belum selesai terus kembali, membawa luka lama, kecemburuan, dan kebenaran yang tak bisa lagi disembunyikan. Ketika cinta berubah menjadi perebutan, siapakah yang akan benar-benar dipilih pada akhirnya?
All Rights Reserved
#16
softromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kesayangan Mas Juragan!
  • SECOND TASTE
  • NINGRUM
  • Where They All Look At [ END ]
  • Kembang Desa
  • R É G A L I S
  • Hot girl
  • Almost Married (END)
  • The Imperfect Señorita

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines